About Post Friends Follow Dash


KARTIEKA
KARTIEKA;

Welcome!


Hello and welcome to my blog
I'm Kartieka.29 y/o.Currently staying at Indonesia
Thanks for visiting

Chatboard

⊰HOVER ME!⊱
Please do not spam my cbox. Please put your blog link so I can visit you back.

SAY HELLO! Please be nice and no harsh word please :)


Skins by: IlliShuhada
Basecode : PikaChan
Best viewed in Mozilla and Google Chrome
Adalah haram untuk buka page source dan curi code di sini

Hanya Padamu Ku Berserah :(

Alhamdulillah puji syukur ku panjatkan atas nikmat yang tak henti-hentinya Allah SWT berikan kepadaku. Walaupun sering aku lupa dengan-Nya, Dia tak pernah lupa pada hamba-Nya. Subhanallah . . .

2240
Aku masih terjaga dan sepertinya tidak bisa terlelap. Entah mengapa hati ini penuh dengan kesedihan. Ya memang bukan dengan tiba-tiba. Sebenarnya ada satu hal yang buat aku teramat bahagia. jika diingat kembali, rasanya seperti ingin ketawa dan teriak bahwa aku sangat bahagia. Tapi semua itu dengan perlahan digantika dengan perasaan yang mendadak khawatir dan sedih.

1918
"sebelum bulan puasa, saya akan datang melamar"
"saya serius. hal ini udah saya bicarakan sama kedua orang tua saya"
"gimana? kamu siap?"

Siapa sih yang gag bahagia , kalau orang yang kita cintai dan kita sayangi mau ngelamar kita. Buat yang udah pernah merasakan pasti taulah ya gimana rasanya. 

Tapi mungkin berbeda dengan diriku. Ini sungguh menyiksa jika tidak dibarengi dengan restu dari orang tua. Sebahagia apapun kurasakan tak mungkin sebahagia ditambah denga  restu mereka.

Di satu posisi aku mengerti mengapa mereka  memilih untuk tidak merestui hubungan ini. Tapi di posisi yang lainya, aku tetap bersikeras bahwa aku lebih tau seperti apa dia. AHH ! Sumpah ini sangat berat.

Tak satupun mengerti yang ada di hati ini. Tak ada yang bisa ku tanyakan. Tak ada siapa yang bisa ku ajak bicara. Sakit rasanya. Sendiri. Saat ini aku hanya sendiri . . .

Duhai malam
Izinkan aku bersandar di pundakmu
Biarkan aku mengadu dan menangis padamu
Hanya padamu ku berharap
Duhai malam, izinkan aku . . . 
cukuplah, luahan hati yang tiada siapa mau mendengarkan.